PATI – Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di dunia pendidikan Indonesia. SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Hari ini mengalami kerusakan parah, hingga satu ruang kelas roboh. sementara ruang kelas lain dikosongkan. karena dinilai berbahaya dan berpotensi roboh
Peristiwa ini memaksa pihak sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah, dan memindahkan seluruh aktivitas KBM ke balai desa mencon.
Langkah ini dilakukan, agar siswa tetap bisa belajar tanpa ancaman keselamatan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati
Sudah mengecek kondisi sekolah pada Senin (13/4/2026). Dari hasil tinjauan tersebut, diputuskan bahwa kegiatan belajar mengajar tidak memungkinkan dilakukan di area sekolah untuk sementara waktu.

Plt Sekretaris Disdikbud Pati, Paryanto menyebut pemindahan KBM merupakan bentuk respons cepat untuk mencegah risiko jatuhnya korban.
“Kami utamakan keselamatan. satu ruang kelas sudah roboh, ruangan lainnya kami kosongkan. untuk sementara siswa belajar di balai desa,” kata Paryanto, Selasa (14/4/2026).
Selain memindahkan lokasi belajar, Disdikbud juga meminta pihak sekolah mengamankan seluruh aset pendidikan yang masih berada di dalam kelas.
Meja, kursi serta peralatan belajar dikeluarkan, agar tidak rusak akibat reruntuhan bangunan atau cuaca ekstrem.
Namun, kondisi ini justru menimbulkan kritik luas. banyak pihak menilai peristiwa tersebut mencerminkan ketimpangan pendidikan yang nyata, terutama di daerah pedesaan.
Di satu sisi pemerintah gencar mengkampanyekan pendidikan maju dan modern, tetapi di sisi lain
Masih ada siswa yang harus belajar dalam kondisi darurat, akibat sekolah yang tidak layak. Disdikbud menyebut SDN Mencon telah masuk nominasi revitalisasi sekolah tahun 2026.
Meski begitu, masyarakat masih meragukan. karena kepastian anggaran serta waktu pelaksanaan belum juga turun.
“Kami masih menunggu surat keputusan dari kementerian terkait besaran anggaran dan jadwal revitalisasi,” tutur Paryanto.
Kejadian ini memperlihatkan bahwa masalah pendidikan tidak hanya berkutat pada kurikulum, tetapi juga soal bangunan yang aman dan layak.
Ketika sekolah roboh dan anak-anak harus belajar menumpang di balai desa, maka pertanyaan yang muncul bukan hanya tentang anggaran
Melainkan juga tentang komitmen negara, dalam menjamin hak dasar pendidikan bagi setiap anak bangsa.(red)












































