PATI – Rencana pembangunan KDMP di wilayah Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, yang sempat menimbulkan gejolak warga
Kini, menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah desa. Polemik yang muncul akibat penentuan lokasi di lapangan
Bahkan sempat viral di media sosial, dan mengundang perhatian banyak pihak. Sejumlah warga menyampaikan bahwa lapangan desa selama ini menjadi ruang publik yang dimanfaatkan untuk olahraga, kegiatan sosial, hingga acara kemasyarakatan.
Kekhawatiran muncul ketika lapangan direncanakan menjadi titik pembangunan KDMP, karena dikhawatirkan mengurangi fasilitas umum dan menimbulkan dampak sosial.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Sukobubuk, Saman hari ini memastikan pembangunan KDMP tidak jadi dilakukan di lapangan desa.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil, demi menjaga kondusifitas lingkungan serta mencegah munculnya konflik antarwarga.
“Kami memilih langkah yang paling aman. Kami dengarkan aspirasi masyarakat dan pembangunan akan dipindahkan,” ujar Saman saat diwawancarai wartawan di balai desa, Kamis (2/4/2026).
Dalam penyelesaian persoalan ini, pemerintah desa juga berkoordinasi dengan Danramil Margorejo, Kapten Cba M. Zuhri Antoro.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman, sekaligus menghindari potensi keributan yang dapat memicu perpecahan sosial.
Masyarakat sukobubuk berharap ke depan pemerintah desa lebih transparan dalam menentukan lokasi pembangunan.
Musyawarah desa terbuka, memang dinilai penting. agar semua pihak mengetahui rencana program sejak awal
Kasus KDMP ini pun menjadi sorotan, karena memperlihatkan betapa pentingnya komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat, terutama dalam proyek strategis yang menyangkut ruang publik.
Pemerintah desa sukobubuk menyatakan akan menyiapkan lahan alternatif dan memastikan pembangunan KDMP tetap berjalan
Namun dengan perencanaan yang lebih matang dan kesepakatan bersama”, pungkasnya.(red)











































