PATI – Halaman Pendopo Kabupaten Pati menjadi titik awal pemberangkatan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 20 tangki air bersih disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di Kecamatan Gabus, Kayen, dan Jakenan.
Aksi kemanusiaan tersebut digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama keluarga besar Sedulur Sikep Nyawiji.
Pelepasan bantuan mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Pati. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Jumani.
Selain itu, sejumlah pejabat dan tokoh daerah turut hadir memberikan dukungan dan dihadiri Kapolresta Pati, Kombes Pol. Sigit, S.I.K, M.H di wakili Kabagren Polresta Pati, Anwar, S.H., Kasat Binmas Polresta Pati, Kompol Sunar, S.H., M.H
Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pati, Tato Taufiqurochman, Wakil Ketua I DPRD Pati H. Hardi, serta perwakilan Kodim 0718/Pati.
Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir mengatakan bantuan tersebut, merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan.
Ia menilai, persoalan air bersih membutuhkan perhatian bersama, sehingga berbagai elemen perlu mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Agus Kliwir kepada wartawan
Ketua Umum Sedulur Sikep Nyawiji, Sariyono menyampaikan penghargaan kepada seluruh stakeholder yang ikut mendukung kegiatan.
Menurut Sariyono, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam kelancaran penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Sedulur Sikep Nyawiji berharap 20 tangki air bersih yang didistribusikan dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban warga yang terdampak kekeringan”, lanjut Uceng pangilan akrab.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, DPRD, komunitas, organisasi dan insan pers dalam merespons persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, bantuan air bersih diharapkan dapat terus menjangkau warga yang membutuhkan selama kondisi kekeringan masih berlangsung.(red)














































