PATI – Gangguan lampu lalu lintas (traffic light) di wilayah Kabupaten Pati, dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi traffic light di beberapa persimpangan yang tidak berfungsi maksimal, terutama pada jam sibuk.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati, Tony Romas Indriarsa, S.STP., MM mengakui bahwa laporan masyarakat terkait traffic light bermasalah cukup banyak.
Menurut Tony, kerusakan traffic light tidak selalu disebabkan karena faktor usia alat, tetapi juga dipengaruhi gangguan sistem dan teknis yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Jika lampu rambu lalu lintas ada kendala, mohon dimaklumi, karena kadang ada gangguan sistem,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dishub Pati sudah melakukan perbaikan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.
Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi lebih mendalam setelah arus mudik dan balik lebaran selesai.
“Banyak keluhan masyarakat terkait rambu lalu lintas, sudah kita perbaiki dan evaluasi saat ini,” tambah Tony, Rabu (1/4/26).
Dishub Pati juga mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di persimpangan yang traffic light-nya mati atau tidak sinkron.
Pengendara diminta menurunkan kecepatan, saling memberi jalan dan tidak memaksakan diri, agar tidak terjadi kecelakaan.
Tony menyebut, evaluasi pasca lebaran akan difokuskan pada peningkatan kualitas sistem, pemeliharaan berkala, serta mempercepat penanganan apabila gangguan kembali muncul.
Dishub Pati berharap langkah ini mampu mengurangi kemacetan, menciptakan lalu lintas lebih tertib, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah Kabupaten Pati“, tutup Kadis Dishub.(red)









































