PATI – Polemik antara kemeriahan takbir keliling dan kenyamanan warga, kini kembali mencuat di momen Idulfitri tahun ini.
Risma Ardhi Chandra meminta seluruh panitia takbir keliling di wilayah Kabupaten Pati, untuk lebih disiplin dalam pelaksanaan kegiatan.
Ia menyoroti masih adanya potensi penggunaan sound system berlebihan, yang bisa memicu keluhan masyarakat, terutama di kawasan permukiman padat.
“Kita ingin takbir tetap berjalan, tapi jangan sampai mengganggu warga yang butuh istirahat,” ujar Plt. Bupati Pati kepada wartawan, Rabu (18/3/26).
Pemkab Pati menekankan bahwa takbir keliling seharusnya menjadi sarana syiar keagamaan, bukan ajang unjuk kekuatan sound system atau konvoi berlebihan.
Selain itu, panitia juga diminta memastikan rute tidak keluar dari wilayah masing-masing, guna menghindari gesekan antar kelompok.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi konflik sosial, yang kerap muncul akibat euforia malam takbiran.
Sejumlah warga pun menyambut baik imbauan tersebut, mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang diwarnai kebisingan hingga larut malam.
Dengan penegasan ini, pemerintah berharap keseimbangan antara semangat religius dan ketertiban sosial dapat terjaga.
Lebaran di Pati pun diharapkan tetap khidmat, tanpa harus mengorbankan kenyamanan masyarakat luas.(red)








































