SEMARANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah menyoroti pentingnya membangun ekosistem pers yang sehat di tengah derasnya arus informasi digital.
Plt Ketua SMSI Jawa Tengah, Jayanto Arus Adi mengatakan perkembangan media siber harus diimbangi dengan keterbukaan informasi dari pemerintah, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan agama, Pengadilan negeri dan seluruh instansi pelayanan publik.
Menurutnya, minimnya komunikasi dapat memunculkan kesenjangan informasi dan membuka ruang berkembangnya informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.
“Karena itu, SMSI mendorong jajaran Polda se-Jawa Tengah hingga Polres dan Polresta untuk memiliki pola komunikasi publik yang lebih cepat, terbuka dan terkoordinasi dengan perusahaan pers.
“Institusi publik memiliki tanggung jawab memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Perusahaan media membutuhkan akses informasi yang memadai, agar pemberitaan tidak dibangun dari asumsi,” kata Jayanto bersama Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc kepada wartawan, Selasa (11/8/26).
Ia juga meminta Gubernur Jawa Tengah, bupati, wali kota, Pangdam, Danrem, Dandim hingga Diskominfo memperkuat komunikasi dengan perusahaan pers di wilayah masing-masing.
Jayanto mengingatkan agar kerjasama antara pemerintah dan perusahaan media dilakukan secara transparan, serta tidak mencampuri independensi redaksi.
“Pers harus tetap independen. Namun independensi bukan alasan untuk membangun jarak dengan pemerintah maupun aparat.
Yang dibutuhkan adalah komunikasi profesional dan saling menghormati,” tambahnya.
SMSI Jawa Tengah menilai perusahaan pers mempunyai posisi penting dalam mengawal pembangunan, menyampaikan kebijakan pemerintah, sekaligus menjadi ruang kontrol sosial masyarakat.
“Karena itu, menurut Jayanto, sinergi antara pers, pemerintah, TNI dan Polri harus diarahkan untuk kepentingan publik, bukan sekadar mengejar pencitraan institusi.
“Kalau komunikasi publik kuat, masyarakat mendapatkan informasi yang lebih cepat, akurat dan berimbang.
Itulah tujuan utama sinergi antara pers dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.(red)














































