PATI – Dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi terus mengemuka di wilayah Kabupaten Pati.
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati menegaskan kesiapan insan pers untuk ikut mengawal transparansi penyelenggaraan pemerintahan dan penggunaan anggaran daerah.
Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir menilai pemberantasan korupsi, tidak cukup hanya mengandalkan penindakan setelah terjadi pelanggaran.
Sistem pencegahan yang kuat dinilai jauh lebih penting untuk membangun pemerintahan yang bersih.
“Pencegahan harus diperkuat. Jangan sampai penyimpangan baru diketahui setelah menimbulkan kerugian.
Sistem pengawasan dan keterbukaan harus dibangun dari awal,” kata Agus Kliwir kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan harus membuka ruang pengawasan publik.
Transparansi dalam pengelolaan keuangan, pelayanan masyarakat, serta pelaksanaan program pembangunan menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.
Ia juga mengapresiasi peran KPK dalam memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan korupsi di daerah.
“Kalau ada kegiatan KPK di Pati, masyarakat tentu berharap membawa dampak positif bagi tata kelola pemerintahan.
Tetapi semua informasi harus tetap menunggu keterangan resmi, agar tidak menimbulkan spekulasi,” lanjutnya.
Agus Kliwir menambahkan, SMSI Eks Karesidenan Pati akan mendorong perusahaan media untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, dengan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan verifikasi informasi.
“Pers bukan untuk menghakimi, tetapi mengawal kepentingan publik. Kami ingin pemerintahan semakin terbuka, anggaran semakin transparan, dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan pers dapat menjadi kekuatan bersama
Untuk membangun Kabupaten Pati yang bersih, transparan, dan berintegritas”, pungkasnya.(red)












































