SEMARANG – Pengamanan arus mudik dan balik lebaran di wilayah Jawa Tengah, resmi dimulai setelah digelarnya apel gelar pasukan operasi Ketupat Candi 2026 di lapangan Mapolda Jateng, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang bertindak sebagai inspektur upacara dan didampingi Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo serta Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolda Jateng, Latief Usman, para pejabat utama Polda Jateng, unsur Forkopimda, serta sejumlah instansi yang terlibat dalam pengamanan arus mudik tahun ini.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia setiap momentum ramadan dan Idul Fitri.
Menurutnya, operasi ini bertujuan memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah ramadan, serta melakukan perjalanan mudik untuk merayakan lebaran bersama keluarga.
“Momentum mudik lebaran merupakan tradisi tahunan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu pengamanan harus dilakukan secara maksimal
Agar kedepan masyarakat merasa aman, nyaman, dan perjalanan dapat berlangsung lancar,” ujar Gubernur Jateng kepada wartawan.
Operasi Ketupat Candi 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Dalam pelaksanaannya, Polda Jawa Tengah mengerahkan total 28.980 personel gabungan dari berbagai unsur.
Sebanyak 22.680 personel berasal dari kepolisian, sementara 6.300 personel merupakan gabungan dari TNI, dinas perhubungan, tenaga kesehatan, serta relawan.
Seluruh personel tersebut akan ditempatkan wilayah 219 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Pos tersebut terdiri dari satu pos terpusat, 18 pos terpadu, 52 pos pelayanan, serta 148 pos pengamanan.
Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai titik pengawasan lalu lintas, tetapi juga menjadi tempat pelayanan bagi masyarakat, yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.
Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo menjelaskan bahwa selain pengamanan jalur mudik, kepolisian juga menyiapkan berbagai inovasi pelayanan bagi masyarakat.
Salah satunya melalui program Valet Ride serta layanan digital Chatbot Si Polan yang menyediakan informasi kondisi lalu lintas, dan jalur alternatif bagi para pemudik.
Ia berharap dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat
Dalam pelaksanaan mudik lebaran tahun ini. dapat berlangsung aman dan lancar. Operasi Ketupat Candi 2026 sendiri mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.
Komitmen ini menghadirkan perjalanan mudik yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.(red)








































