KALBAR – Polda Kalimantan Barat memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menggerakkan Satgas Edukasi secara serentak di berbagai wilayah.
Sebanyak 108 peserta diterjunkan ke 14 wilayah Polres pada Senin (31/8/2026). Mereka menyasar Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sekadau, Kayong Utara, Bengkayang, Landak, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sanggau, Sambas dan Ketapang.
Gerakan tersebut melibatkan Tim Edukasi Dittipidter Bareskrim polri , mahasiswa S2 STIK Angkatan 16/WED, Serdik Sespimma serta Serdik Setukpa.
Dalam satu hari, sedikitnya 35 kegiatan dilaksanakan. Kegiatan tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga patroli dialogis, pembagian masker dan media edukasi, pemantauan hotspot serta diskusi langsung dengan masyarakat.
Personel turut membawa misi kemanusiaan dengan menyalurkan air bersih, sembako dan obat-obatan.
Sementara di lapangan, pemantauan terhadap potensi Karhutla tetap menjadi prioritas. Satgas melakukan pengecekan titik api di sejumlah lokasi, termasuk sekitar Ponpes Mathla’ul Anwar, Kubu Raya. Di Mempawah, pemantauan hotspot dilakukan bersama Kapolda Kalbar.
Kondisi lapangan tidak selalu mudah. Sejumlah lokasi dilaporkan menghadapi kabut asap pekat ketika kegiatan berlangsung.
Meski demikian, rangkaian kegiatan hari keenam tersebut mampu menjangkau sekitar 2.244 masyarakat, Selasa (8/9/26).
Kombes Pol. Anton Firmanto, S.H menuturkan bahwa pola penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat.
“Komitmen Polri bukan hanya penindakan terhadap pelaku Karhutla, melainkan juga pencegahan, edukasi, patroli, pelayanan sosial dan sinergi dengan masyarakat,” katanya.(red)














































