PATI – Masa depan generasi muda tidak boleh dipertaruhkan, akibat lemahnya pengawasan, buruknya lingkungan pergaulan, dan minimnya kepedulian orang-orang terdekat.
Kenakalan remaja bukan persoalan kecil, apabila dibiarkan berkembang tanpa pencegahan. Persoalan inilah yang menjadi perhatian
Dalam Subuh Keliling oleh Kapolresta Pati, Kombes Pol. Sigit, S.I.K., M.H di sejumlah masjid wilayah Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Sabtu (31/10/2026).
Di hadapan masyarakat, Kapolresta menyampaikan pentingnya membangun lingkungan yang aman melalui pendidikan moral, penguatan nilai keagamaan, serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak muda.
Tawuran, balap liar, dan berbagai tindakan yang meresahkan masyarakat tidak muncul begitu saja.
“Karena itu, diperlukan perhatian serius dari keluarga dan lingkungan sosial, agar potensi persoalan dapat dicegah sejak dini.
Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi anak. Pengawasan, komunikasi, keteladanan, dan perhatian terhadap pergaulan juga menjadi tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan.
Selain membahas kenakalan remaja, Kapolresta mengajak masyarakat menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama serta memperkuat kebiasaan menjalankan ibadah lima waktu, khususnya salat Subuh.
Kegiatan Subuh Keliling tersebut, sekaligus menjadi sarana membangun kedekatan antara kepolisian, ulama, tokoh masyarakat dan warga.
Kapolresta Pati berharap masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, ketika persoalan keamanan muncul, tetapi ikut mengambil bagian dalam pencegahan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pesan tersebut diwujudkan dalam kehidupan sehari -hari.
Pengawasan lingkungan, kepedulian terhadap anak-anak muda, dan respons terhadap potensi gangguan keamanan harus berjalan secara konsisten.
Untuk melindungi generasi muda berarti menjaga masa depan masyarakat. Dan menjaga masa depan membutuhkan kerja bersama, bukan saling melempar tanggung jawab”, ungkap Kombes Pol. Sigit, S.I.K, M.H. (red)














































