SEMARANG, INFOKLIK.CO I Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati, A.S. Agus Samudra, mengingatkan aparat penegak hukum (APH) di seluruh Jawa Tengah
Agar tidak sembarangan menjalin kerjasama dengan perusahaan pers. Ia menegaskan, legalitas media harus menjadi syarat utama, sebelum dilakukan kemitraan publikasi.
A.S Agus Samudra yang akrab disapa Agus Kliwir menyebut, masih ditemukan perusahaan pers yang ilegal tidak sesuai aturan dewan pers.
Dalam menjalin kerjasama dengan institusi negara, namun tidak memiliki badan hukum jelas serta administrasi yang sesuai ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Kerjasama dengan media tidak bisa dilakukan asal-asalan. Legalitas, struktur redaksi, dan administrasi perusahaan pers harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, ketidak cermatan dalam memilih mitra media, berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari, sekaligus mencederai kredibilitas institusi negara.
Selain itu, praktik tersebut dinilai tidak adil bagi perusahaan pers yang telah taat aturan dan menjalankan jurnalistik profesional.
Agus Kliwir menilai, peran Polres, Polresta, Kodim, serta pemerintah daerah sangat strategis dalam menjaga ekosistem pers yang sehat.
Ia berharap institusi-institusi tersebut tidak ragu menolak kerjasama dengan media yang tidak memenuhi syarat hukum.
“Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk. Negara seolah melegitimasi media yang tidak profesional,” ujar Agus Kliwir dihadapan wartawan
Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan organisasi pers dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap perusahaan media.
SMSI, lanjut Agus Kliwir, siap menjadi mitra strategis dalam mendorong profesionalisme pers di Jawa Tengah.
Agus Kliwir berharap, ke depan, hanya perusahaan pers yang legal dan berintegritas yang mendapatkan ruang kerja sama dengan instansi pemerintah.
“Pers adalah pilar demokrasi. Pilar ini harus dijaga dengan aturan dan profesionalisme,” ungkap Agus Kliwir, Ketua Koordinator Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati.(red)












































