PATI – Menjaga kedamaian tidak cukup hanya dengan menyerukan persatuan. Bagi Solidaritas Sedulur Sikep Kabupaten Pati, kedamaian juga harus dibangun melalui keadilan
Kepedulian sosial, perlindungan lingkungan dan pemerintahan yang mau mendengar suara masyarakat.
Yayasan Solidaritas Sedulur Sikep Kabupaten Pati di bawah kepemimpinan Sariyono alias Uceng terus menguatkan solidaritas kerakyatan.
Nilai kejujuran, kesederhanaan, kerukunan dan gotong royong menjadi pijakan dalam membangun hubungan sosial di tengah masyarakat.
Di sisi lain, gerakan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Setiap kebijakan publik perlu mempertimbangkan aspirasi warga, terutama masyarakat yang kehidupannya bersinggungan langsung dengan persoalan sosial dan lingkungan.
Komunitas pegunungan Kendeng turut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kelestarian alam.
Karena itu, kritik terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi mengabaikan lingkungan dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial sehat.
Pada Sabtu (22/8/2026), pesan tersebut kembali ditegaskan. Solidaritas Sedulur Sikep mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persaudaraan
Agar kedepan tidak takut menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab. “Damai bukan berarti diam.
Kita tetap menjaga kerukunan, tetapi masyarakat juga harus diberi ruang untuk menyampaikan kritik dan aspirasi, demi kebaikan bersama,” ungkap Uceng nama tren atau sapaan.(red)














































