JAKARTA I Peletakan batu pertama Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Hal ini menegaskan posisi pers profesional sebagai pilar utama demokrasi Indonesia.
Tugu dan Museum ini menjadi yang pertama di Tanah Air dan langsung mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen.
Kapolres Rembang, AKBP Mohammad Faisal Pratama menyebut kehadiran Tugu dan Museum SMSI sebagai simbol komitmen pers siber dalam menjaga integritas dan profesionalisme.
Ia menilai, pers yang bertanggung jawab merupakan mitra strategis aparat penegak hukum, dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Kegiatan nasional ini juga mencerminkan sinergi nyata antara pemerintah, TNI-Polri, dan perusahaan media yang legal serta terverifikasi.
Semua ini dinilai penting untuk memutus mata rantai media ilegal, yang kerap merusak citra pers nasional”, ujar AKBP Mohammad Faisal kepada wartawan, Selasa (10/2/26).
HPN 2026 dihadiri berbagai organisasi pers nasional terutama SMSI, Kehadiran mereka memperlihatkan soliditas insan pers dalam menjaga kemerdekaan pers yang berlandaskan hukum.
Ketua Koordinator Eks SMSI Karesidenan Pati, Agus Kliwir, menyebut HPN sebagai momentum konsolidasi insan pers untuk kembali pada marwah jurnalistik yang profesional dan independen.
Ia menekankan, pers tidak boleh lepas dari regulasi Dewan Pers. Senada, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus kembali mengingatkan bahwa seluruh kerjasama publikasi pemerintah wajib menggandeng perusahaan pers yang telah terverifikasi.
Menurutnya, langkah ini penting demi menjaga kualitas informasi publik, dan kepercayaan masyarakat”, lanjutnya.
Melalui momentum HPN 2026 dan pembangunan Tugu serta Museum SMSI, diharapkan pers nasional semakin berintegritas, profesional, dan menjadi mitra strategis dalam pembangunan bangsa serta penguatan demokrasi Indonesia.(red)







































