PATI – Peristiwa penusukan yang menewaskan seorang penonton dalam konser dangdut Adella di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak wilayah Kabupaten Pati.
Tragedi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat, bahwa acara hiburan rakyat kini semakin rawan menjadi tempat terjadinya tindak kriminal.
Korban yang diketahui berinisial AF meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk. Kejadian tersebut menggegerkan warga, dan membuat suasana konser yang awalnya meriah berubah menjadi mencekam.
Insiden ini langsung mendapat reaksi keras dari Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai alarm bahaya, yang tidak boleh dianggap sepele, karena menyangkut keselamatan masyarakat.
“Ini peristiwa besar. Ada korban meninggal dunia. Kalau tidak dievaluasi, ini akan jadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat di Pati,” ujar Mukit, Rabu (8/4/2026).
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit menekankan bahwa aparat penegak hukum harus menunjukkan sikap tegas dan cepat.
Ia meminta Polsek Juwana dan Polresta Pati tidak hanya fokus pada penanganan setelah kejadian, namun juga harus mengungkap bagaimana pengamanan bisa kecolongan.
Menurutnya, pengamanan konser rakyat tidak boleh hanya sekadar menempatkan beberapa personel, tetapi harus memiliki strategi yang jelas
Termasuk antisipasi potensi keributan, kontrol massa, hingga pemeriksaan barang bawaan penonton.
Mukit menilai selama ini masih banyak event besar di desa–desa yang minim pengawasan, bahkan terkesan hanya formalitas dalam hal izin keramaian.
“Jangan sampai izin keramaian hanya jadi lembar administrasi. Harus ada jaminan keamanan. Kalau tidak, masyarakat yang jadi korban,” tambahya.
Dia juga mendesak agar pelaku penusukan segera ditangkap dan dihukum berat. Mukit menyebut penegakan hukum yang tegas akan menjadi bentuk perlindungan terhadap masyarakat, sekaligus memberikan efek jera.
“Pelaku harus diproses hukum seberat-beratnya. Jangan ada kompromi. Ini menyangkut nyawa manusia,” kata Mukit.
Selain itu, Mukit menyoroti peran panitia dan pemerintah desa. Ia menilai pihak penyelenggara harus bertanggung jawab atas sistem keamanan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut.
Bahkan, mukit meminta agar ke depan setiap event besar diwajibkan menyediakan pengamanan tambahan, baik dari unsur keamanan swasta maupun koordinasi intensif dengan kepolisian.
Hiburan rakyat hari ini, berubah menjadi ladang kriminalitas yang mengancam keselamatan warga.
“Jangan sampai hiburan desa menjadi tempat orang kehilangan nyawa. Ini harus jadi pembelajaran keras,” tutur mukit
Kini kasus tersebut menjadi sorotan luas dan viral di media sosial. Warga Pati mendesak aparat bertindak cepat dan transparan
Dalam memastikan bahwa konser dangdut atau hiburan rakyat di masa depan, tidak lagi menjadi ajang kekerasan dan kriminal.(red)










































