PATI – Kebijakan mengejutkan datang dari Pemerintah Kabupaten Pati. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas penundaan kegiatan Open House Idulfitri 2026.
Keputusan ini langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, tradisi Open House selama ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dengan kepala daerah.
Namun kali ini, agenda harus ditunda. Risma menegaskan, langkah tersebut bukan keputusan sepihak.
Penundaan dilakukan setelah adanya arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri yang meminta seluruh pemerintah daerah menahan kegiatan seremonial.
Arahan tersebut muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap sejumlah wilayah di Indonesia yang masih dilanda bencana.
Pemerintah pusat menilai, pelaksanaan acara yang bersifat perayaan besar, dinilai kurang tepat dalam situasi tersebut.
“Ini bentuk empati. Kita diminta untuk saling menghormati, karena masih ada saudara kita yang sedang mengalami musibah,” tegas Risma, Kamis (19/3/2026).
Kebijakan ini juga sejalan dengan instruksi dari pemerintah pusat melalui surat edaran yang diterbitkan oleh Prasetyo Hadi.
Dalam edaran tersebut, seluruh kementerian dan lembaga diminta tidak menggelar Open House, maupun halal bihalal secara berlebihan pada Idulfitri 2026.
Instruksi tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan suasana lebaran tahun ini. tetap mengedepankan kesederhanaan serta kepedulian sosial.
Meski Open House resmi ditiadakan, Pemkab Pati tetap membuka ruang silaturahmi. Risma memastikan dirinya tetap menerima masyarakat usai pelaksanaan salat Idulfitri, namun dalam skala terbatas dan tanpa seremoni besar.
Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara tradisi dan rasa empati. Di satu sisi, masyarakat tetap bisa bersilaturahmi.
Di sisi lain, pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap kondisi nasional. Kebijakan ini pun menuai beragam respons dari masyarakat.
Sebagian mendukung penuh keputusan tersebut sebagai bentuk solidaritas, Namun demikian, Pemkab Pati berharap masyarakat dapat memahami situasi yang ada.
Pemerintah menekankan bahwa nilai utama Idulfitri bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada kebersamaan, kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan keputusan ini, Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang tegas mengikuti arahan pusat, sekaligus mengedepankan rasa empati di tengah kondisi bangsa yang masih berduka.(red)








































