JAKARTA I Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, H. Hardi menilai peresmian Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sebagai langkah strategis
Untuk memperkuat posisi pers siber sebagai pilar demokrasi. Peresmian yang berlangsung di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Hal tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi dunia pers Indonesia. Untuk pertama kalinya, pers siber memiliki tugu dan museum SMSI sebagai simbol perjalanan, perjuangan dan kontribusinya bagi bangsa.
“Ini adalah bentuk penghargaan nyata terhadap pers siber, yang selama ini bekerja di garis depan penyampaian informasi publik,” ujar H. Hardi kepada wartawan
Menurutnya, pers siber memiliki peran yang semakin vital seiring perkembangan teknologi informasi.
Kecepatan dan jangkauan luas media digital harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dan profesionalisme tinggi.
H. Hardi menegaskan bahwa Museum SMSI bukan hanya ruang dokumentasi, tetapi juga pusat edukasi publik.
Ia berharap museum tersebut, mampu menanamkan nilai-nilai jurnalistik yang beretika kepada generasi muda.
“Pers yang kuat adalah pers yang independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik,” lanjutnya
Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Pati, H. Hardi juga menekankan pentingnya SMSI sebagai organisasi konstituen Dewan Pers yang menjadi rujukan utama dalam kerjasama media, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Dia menilai keberadaan SMSI telah membantu menciptakan ekosistem media yang lebih tertata, khususnya bagi media siber di daerah.
Dalam konteks pembangunan, H. Hardi menambahkan, pers sebagai mitra strategis pemerintah dan legislatif.
Melalui pemberitaan yang berimbang dan konstruktif, pers dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas kebijakan publik.
Menutup pernyataannya, H. Hardi mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2026 kepada seluruh insan pers Indonesia.
Wakil Ketua I DPRD Pati berharap pers nasional terus tumbuh dewasa, berdaya saing, dan tetap menjaga kepercayaan publik.
“Dirgahayu Pers Indonesia. Teruslah menjadi cahaya informasi dan penjaga demokrasi,” pungkasnya.(red)








































