JAKARTA I Waasintel Kasdam IV/Diponegoro, Letkol Inf. Jon Young Saragi menegaskan bahwa peresmian Tugu dan Museum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), memiliki makna lebih dari sekadar simbol organisasi.
Menurutnya, tugu dan museum tersebut merupakan representasi perjalanan panjang pers Indonesia, dalam mengawal kemerdekaan dan demokrasi.
“Ini adalah penghormatan bagi perjuangan insan pers yang sejak awal kemerdekaan, menjadi garda terdepan penyampai informasi,” ujar Waasintel Kasdam IV/Diponegoro dalam rangkaian HPN 2026.
Letkol Jon menilai, media saat ini menghadapi tantangan besar berupa hoaks dan maraknya media ilegal. Karena itu, pers profesional harus tampil sebagai rujukan utama masyarakat.
Ia mengingatkan, bahwa jurnalisme yang menyesatkan dapat merusak kepercayaan publik, dan mengancam persatuan bangsa.
“Media harus berani menolak praktik jurnalisme yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya, Selasa (10/2/26).
Museum SMSI, lanjutnya, diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah pers sekaligus penguatan literasi media, terutama bagi generasi muda.
TNI AD, khususnya Kodam IV/Diponegoro, mendukung penuh pers yang berintegritas, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.(red)







































