PATI – Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pati. Kali ini, sebuah rumah warga di Desa Degan, Kecamatan Winong, dilalap api pada Jumat (27/3/2026).
Peristiwa tersebut diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik, faktor yang disebut-sebut paling sering menjadi pemicu kebakaran rumah di wilayah Pati.
Kejadian itu langsung menjadi perhatian pemerintah daerah. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra bersama Baznas Kabupaten Pati turun langsung ke lokasi, untuk memastikan korban mendapat perhatian serta bantuan darurat.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Pati bersama Baznas menyalurkan bantuan senilai Rp15 juta kepada korban kebakaran.
Bantuan itu diberikan sebagai bentuk respons cepat, untuk meringankan beban keluarga terdampak.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga bantuan ini. bisa sedikit meringankan beban dan membantu proses pemulihan,” ujar Risma kepada wartawan saat dilokasi korban kebakaran
Meski tidak ada korban jiwa, dampak kebakaran tersebut cukup serius. Rumah korban mengalami kerusakan parah dan sejumlah barang dilaporkan hangus terbakar.
Kondisi ini membuat korban harus segera mencari solusi, untuk perbaikan bangunan maupun pemenuhan kebutuhan harian.
Risma tidak hanya menyerahkan bantuan, namun juga menyampaikan imbauan keras kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa instalasi listrik rumah tangga harus menjadi perhatian utama, karena banyak warga masih menggunakan kabel tua dan perangkat listrik tanpa pengaman.
“Saran untuk teman-teman semua warga Pati, agar lebih berhati-hati tentang instalasi listrik di rumahnya masing-masing.
Karena faktor kebakaran ini. lebih banyak dari korsleting listrik, yang terjadi setiap rumah masing-masing,” tambah Plt. Bupati Pati.
Menurut Risma, masyarakat harus mulai mengubah pola pikir. Instalasi listrik bukan sekadar urusan teknis, tetapi menyangkut keselamatan keluarga.
Dia mencontohkan kebiasaan yang sering dianggap sepele, namun sangat berbahaya. seperti penggunaan stop kontak bertumpuk
Colokan listrik tidak standar, hingga pemasangan kabel yang tidak sesuai kapasitas daya”, tuturnya.
Baznas Kabupaten Pati menambahkan, bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
Dana tersebut disalurkan untuk kondisi darurat seperti kebakaran, bencana alam, hingga musibah lainnya.
Warga sekitar pun berharap musibah ini menjadi evaluasi bersama. Banyak yang meminta pemerintah tidak hanya turun ketika kejadian terjadi
Tetapi juga membangun sistem pencegahan dan edukasi, agar kebakaran akibat korsleting tidak terus berulang.
Peristiwa kebakaran di Desa Degan kini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat Pati, bahwa ancaman kebakaran
Bukan sekadar isu, melainkan risiko nyata yang bisa muncul kapan saja”, pungkasnya.(red)








































