SEMARANG I Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengembangkan kasus mantan Bupati Pati, Sudewo (SDW) memasuki tahap signifikan.
Pemeriksaan 12 saksi membuka indikasi adanya skema terstruktur, yang diduga memengaruhi proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.
Penyidik melakukan pemeriksaan di Polrestabes Semarang, dengan fokus pada dugaan pengondisian proyek oleh kelompok yang dikenal sebagai “Tim Delapan”.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan bahwa penyidik sedang menelusuri apakah ada pola koordinasi khusus antara pejabat daerah dan pihak-pihak tertentu, dalam menentukan pelaksanaan proyek.
“Pendalaman dilakukan terhadap saksi-saksi dari Dinas PUPR dan instansi terkait, untuk memastikan apakah terdapat perintah langsung atau tidak langsung dari tersangka,” ujar Budi Prasetyo kepada wartawan di jakarta, Selasa (24/2/26).
Sudewo sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan calon perangkat desa, dengan barang bukti Rp2,6 miliar.
Kini, fokus penyidikan bergeser pada kemungkinan praktik pengaturan proyek yang lebih luas.
Beberapa saksi yang diperiksa berasal dari jajaran pejabat aktif maupun mantan pejabat, termasuk ASN, anggota DPRD, kepala desa, hingga pimpinan koperasi syariah.
Pemeriksaan lintas unsur ini menguatkan dugaan bahwa perkara tidak berdiri sendiri. Pengamat menilai, bila terbukti ada skema sistematis
Maka kasus ini akan menjadi preseden penting, dalam pemberantasan korupsi di tingkat kabupaten.
Integritas pengadaan proyek daerah pun menjadi sorotan tajam. Publik kini menunggu langkah berikutnya dari KPK
Apakah akan ada penetapan tersangka baru atau pengembangan dakwaan. Yang jelas, kasus ini telah menjadi alarm keras, bagi tata kelola pemerintahan daerah agar kedepan lebih transparan dan akuntabel.(red)









































