INFOKLIK.CO I Di tengah arus globalisasi dan era digital, keris mengalami transformasi makna. Dulu dipandang sebagai pusaka sakti penuh aura mistis
Kini keris lebih banyak dipahami, sebagai karya seni metalurgi tinggi yang sarat filosofi, Senin (16/2/26).
Pengakuan dunia datang saat keris Indonesia ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2005.
Pengakuan tersebut menegaskan nilai historis, estetika, dan teknik tempa para empu Nusantara, yang telah berkembang selama ratusan tahun.
Secara akademik, keris dipelajari sebagai produk budaya yang merekam perjalanan peradaban Jawa dari era Kerajaan Singasari, kejayaan Kerajaan Majapahit, hingga masa Mataram Islam.
Para kolektor dan komunitas tosan aji, kini aktif menggelar pameran, diskusi, hingga digitalisasi arsip pusaka.
Generasi muda mulai melihat keris bukan sebagai benda angker, melainkan identitas budaya yang membanggakan.
Di balik segala mitos dan legenda, keris sejatinya adalah simbol peradaban. Ia mengajarkan bahwa ketajaman sejati bukan pada bilah
Melainkan pada akal budi, dan integritas manusia yang memegang”, tandasnya.(red)












































