PATI I Kepemimpinan yang kuat tidak hanya dibangun dengan program dan anggaran, tetapi juga dengan persatuan dan doa masyarakat.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra dalam dialog publik, Selasa (17/2/26).
Menurutnya, pemimpin dan rakyat harus berjalan beriringan, saling percaya dan saling menguatkan demi kemajuan daerah
Ia menyebut, kekuatan Kabupaten Pati terletak pada persatuan serta penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai leluhur.
“Kita ini hanya penerus. Leluhur sudah meletakkan pondasi. Tugas kita menjaga dan meneruskan dengan lebih baik,” ujar Plt. Bupati Pati kepada wartawan.
Risma menilai, modernisasi dan pembangunan infrastruktur memang penting, namun tidak boleh menghilangkan ruh budaya yang menjadi identitas masyarakat Pati.
Karena itu, ia mendorong agar setiap kebijakan dirumuskan melalui musyawarah dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat di tingkat bawah.
Plt Bupati Pati juga menekankan pentingnya keberpihakan kepada UMKM, petani, nelayan, dan generasi muda sebagai pilar utama ekonomi daerah.
Transparansi dalam pengelolaan anggaran, menjadi bagian dari komitmennya menjaga amanah rakyat.
“Pemimpin tidak boleh alergi kritik. Justru kritik adalah pengingat, agar kedepan kita tetap eling lan waspada,” tegasnya.
Di tengah dinamika politik yang berkembang, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas, serta mengedepankan persatuan.
Dengan semangat amanah dan penghormatan terhadap leluhur, Risma Ardhi Chandra ingin membangun Pati
Bukan sekadar dengan kebijakan administratif, tetapi dengan hati dan tanggung jawab sejarah”, tutur Plt Bupati Pati.(red)










































