PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan, setelah selesainya revitalisasi 90 satuan pendidikan di wilayahnya.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa langkah lanjutan yang akan dilakukan adalah membentuk tim khusus, untuk mengevaluasi kelayakan bangunan sekolah, terutama yang sudah berusia tua.
Pernyataan itu disampaikan Chandra usai menghadiri peresmian revitalisasi 90 sekolah oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, yang digelar di SMP Negeri 8 Pati, Minggu (12/4/2026).
Revitalisasi sekolah tersebut merupakan program pemerintah pusat tahun anggaran 2025 yang mencakup pembangunan ruang kelas baru
Rehabilitasi gedung, peningkatan fasilitas laboratorium, pembenahan perpustakaan hingga perbaikan sanitasi sekolah seperti toilet yang layak.
Chandra menyebut, selesainya revitalisasi tersebut, merupakan langkah besar untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di wilayah Kabupaten Pati.
“Namun demikian, ia menilai masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian, karena kondisi bangunan yang sudah lama dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
“Rencana hari senin akan kami adakan evaluasi semua sekolah. Untuk melihat apakah gedung -gedung tersebut, masih layak atau tidak.
Kami juga akan membentuk tim untuk mengecek langsung kondisi tempat belajar mengajar,” tambah Plt. Bupati Pati kepada wartawan
Menurut Chandra, tim yang dibentuk akan melakukan inspeksi langsung ke sekolah-sekolah di berbagai kecamatan.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman serta memenuhi standar kelayakan.
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menekankan bahwa revitalisasi 90 sekolah di Pati telah selesai 100 persen.
Ia menyebut hasil pembangunan tersebut, bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi masa depan bangsa.
“Alhamdulillah semua sudah selesai 100 persen dan sekarang sudah mulai digunakan,” kata Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen mengungkapkan anggaran revitalisasi untuk Kabupaten Pati tahun 2025 mencapai sekitar Rp 67 miliar.
Dana itu dipakai untuk memastikan pemerataan fasilitas pendidikan, termasuk bagi sekolah -sekolah di wilayah pinggiran.
Dia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Pati kembali memperoleh tambahan revitalisasi, untuk sekitar 19 sekolah yang terdampak bencana.
Program tersebut dinilai sangat penting, agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun terjadi kerusakan bangunan akibat faktor alam.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo yang turut mendampingi Plt. Bupati juga menyampaikan dukungannya terhadap program revitalisasi.
Menurutnya, peningkatan sarana pendidikan harus terus dilanjutkan, karena kualitas fasilitas akan sangat berpengaruh pada mutu pembelajaran.
Program revitalisasi sekolah di Pati pun dipandang sebagai contoh sinergi pemerintah pusat, dan daerah dalam membangun pendidikan nasional.
Dengan langkah evaluasi lanjutan, pemerintah daerah berharap kualitas pendidikan di wilayah Pati
Kedepan semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi yang unggul serta berdaya saing tinggi”, tutup Teguh Bandang Waluyo.(red)











































